"Sudah saya katakan beberapa waktu lalu, ada yang saya tugasi untuk melaksanakan revitalisasi. Sebagai contoh revitalisasi pertanian gelombang kedua, untuk memastikan bahwa komoditas-komoditas strategis itu harus bisa kita capai swasembadanya," kata SBY dalam konferesi pers menutup lawatannya di Thailand di hotel Grand Pasific di Hua Hin, Thailand, seperti detikcom kutip dari situs presidensby.info, Minggu (25/10/2009) malam.
"Departemen Perindustrian juga akan saya tugasi untuk melaksanakan revitalisasi peindustrian gelombang pertama. Ingat, pabrik pupuk, pabrik gula, pabrik tekstil, manufaktur yang lain, kemungkinan relokasi, tenaga kerja yang berkaitan dengan industri, semua harus direvitalisasi," jelas SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan demikian saya tengah memikirkan departemen atau kementerian apa yang loadnya tinggi dan di situ perlu dibackup oleh wakil, agar mesin itu betul-betul bergerak penuh, tidak ada yang macet," jelasnya.
Wakil menteri itu nanti, lanjut SBY, akan diambil dari para profesional nonpartai politik, karena ia menjadi bagian dari mesin yang harus bekerja penuh tanpa harus memikirkan sana-sini.
"Dia akan bekerja penuh untuk departemen dan kementeriannya. Saya utamakan seperti itu, meskipun satu atau dua kita ambil dari parpol tetapi bukan politisi murni. Hal itu sekarang sedang saya matangkan, tunggu tanggal mainnya," pungkas SBY. (anw/fiq)











































