"Agendanya melakukan evaluasi terkait penyelenggaraan pemilu di luar negeri. Sama dengan yang kita lakukan di dalam negeri. Kita kan mulai tanggal 2 November melakukan evaluasi dengan KPU kabupaten/kota," kata anggota KPU Endang Sulastri saat dihubungi detikcom , Jumat (23/10/2009).
Endang menjelaskan, KPU ingin tahu sistem pemilu yang paling baik diterapkan untuk para pemilih di luar negeri. Evaluasi yang melibatkan Panitia Pemungutan Luar Negeri (PPLN) itu rencananya akan digunakan sebagai masukan untuk membenahi sistem pemilu dan aturan-aturan yang ada.
"Evaluasi itu nantinya diharapkan bisa jadi bahan masukan bagi DPR dan pemerintah untuk penyusunan UU di masa datang," kata Endang.
Sebagai contoh, lanjut Endang, ada PPLN yang mengusulkan agar pemilih di luar negeri hanya diikutkan dalam pilpres saja, tidak di pileg. Sebab para pemilih itu tidak mengenal calon-calon anggota DPR yang mereka pilih dalam pileg karena hanya bisa memilih untuk dapil DKI Jakarta II.
"Mereka tidak mengenal calon-calonnya. Sebab warga di luar negeri berasal dari banyak daerah, tetapi dipaksa memilih dari dapil DKI Jakarta II," terang Endang.
Persoalan lain yang mengemuka, kata Endang yang mengaku telah berangkat ke luar negeri dan sudah kembali ke tanah air ini, penyelenggaraan pemilu yang harus serentak. Mengingat suasana dan kondisi kerja di luar negeri berbeda, cukup menyulitkan bagi pemilih di sana untuk datang tepat pada waktu yang ditentukan.
"Kalau harus serentak nanti nggak ada yang datang," kata Endang.
Saat ditanya ke negara mana dirinya pergi, Endang enggan menjelaskan. Mengenai para anggota KPU yang lain, Endang mengaku lupa. "Saya lupa ke mana saja," katanya.
Sementara dari informasi yang diperoleh detikcom, banyak negara dituju oleh anggota KPU. Bahkan satu orang pergi ke lebih dari satu negara. Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dan Syamsulbahri berangkat ke Hongaria, sedangkan Endang Sulastri dan I Gusti Putu Artha berangkat ke Australia.
Lalu Andi Nurpati dan Abdul Aziz pergi ke Inggris, Endang Sulastri dan Syamsulbahri ke China, Sri Nuryanti dan I Gusti Putu Artha ke India, dan Abdul Hafiz Anshary ke Arab Saudi. Kloter di atas sudah berangkat.
Sementara kloter lain yang baru akan berangkat adalah Abdul Hafiz Anshary bersama Abdul Aziz yang akan berangkat ke Jerman dan Sri Nuryanti bersama Abdul Aziz yang akan pergi ke Kanada.
Informasi mengenai kepergian anggota KPU ke luar negeri ini sebenarnya sudah beredar beberapa waktu lalu. Namun saat itu Wakil Kepala Biro Humas KPU Syafriadi S Yatim yang dihubungi detikcom membantah informasi tersebut .
"Nggak ada yang ke luar negeri," kata Syafriadi saat dihubungi Senin, 12 Oktober lalu.
(sho/yid)










































