Posisi Menhut Sebaiknya Dari Kalangan Profesional

Posisi Menhut Sebaiknya Dari Kalangan Profesional

- detikNews
Rabu, 21 Okt 2009 16:33 WIB
Posisi Menhut Sebaiknya Dari Kalangan Profesional
Jakarta - Presiden SBY diminta lebih selektif dalam menempatkan menteri-menterinya dalam KIB jilid II. Posisi Menteri Kehutanan misalnya, SBY sebaiknya memberikan pada kalangan profesional, jangan sampai posisi ini diberikan kepada orang yang tidak berkompeten karena hanya untuk mengakomodasi aspirasi parpol koalisi.

"Sebaiknya posisi Menhut diberikan pada kalangan profesional," ujar Direktur
Eksekutif Bidakara Board Of Analyst Ramli HM Yusuf dalam Konpers 'Mengkritisi Rekrutmen Menhut' di Hotel Bumi Karsa, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2009).

Menurut Ramli, posisi Menhut sangat strategis karena menyangkut hajat hidup
orang banyak. Presiden harus melihat kemampuan dan profesional menteri untuk tangani bidangnya masing-masing.

"Kita khawatir kalau utamakan titipan partai, program tidak jalan reshuffle
ditengah jalan," katanya.

Namun Ramli membantah, kalau pernyataannya ini karena menilai calon Menhut
Zulkifli Hasan tidak memiliki kapasitas yang memadai untuk menangani hutan di Indonesia.

"Bukan kita ragukan Pak Zul, kita hormati dia, tapi harus mulai dari nol lagi menjalankan program kehutanan," elaknya.

Kalau memang posisi Menhut nantinya tidak diisi oleh kalangan profesional, Ramli mengusulkan, agar SBY dapat mempertimbangkan kinerja menteri sebelumnya. Kalau memang tidak memiliki rapor merah kenapa tidak dipertahankan.

"Sebaiknya Presiden SBY mempertahankan Pak Kaban," pintanya.

Penilaian ini kata Ramli didasarkan pada kinerja Kaban selama menjadi Menhut. Sebagai contoh bagaimana MS Kaban menindak pembalakan liar dan
mengadakan program hutan tanaman rakyat.

"Bukan subjektif, tapi kita lihat Pak Kaban sudah maksimal tangani hutan,"
tandasnya.

(did/mad)


Berita Terkait