Seperti dilansir AFP, Selasa (20/10/2009), dua bulan pasca pemungutan suara, calon incumbent Hamid Karzai dinyatakan memenangi pemilu presiden Afghanistan dengan meraih suara di atas 50 persen. Namun,Β kemudian IEC menyatakan bahwa suara Karzai ternyata tidak mencapai 50 persen. Sehingga harus digelar pemilu putaran kedua dimana dia berhadapan dengan saingan utamanya Abdullah Abdullah.
"Pemilu berlanjut di babak kedua. Pada 7 November akan diselenggarakan kembali," ujar juru bicara IEC Noor Mohammad Noor.
Menanggapi hal ini, Karzai memastikan dalam suatu jumpa pers bahwa dirinya bersedia ikut serta dalam pemilu babak kedua. Karzai menyebut ini sebagai suatu 'langkah maju bagi demokrasi'. Karzai menyampaikan ini dengan didampingi utusan PBB di Afghanistan Kai Eide dan Senator AS John Kerry, yang saat itu berada di Kabul dalam rangka melakukan lobi politik dengan Karzai.
Dengan digelarnya kembali pemilu putaran kedua, Karzai meminta komunitas internasional untuk turut membantu jalannya pemilu dengan damai. Sekitar 100 ribu tentara AS diterjunkan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari serangan militan Taliban.
(nvc/rdf)











































