Sedari awal banyak yang memperkirakan SBY bakal mempertahankan Purnomo di dalam pemerintahannya. Hingga wajahnya terlihat di gerbang kediaman pribadi SBY di Cikeas, Bogor, Senin (19/10/2009), diyakini di akan tetap memimpin Departemen ESDM.
Ketika menuju ruang kerja SBY tempat audisi berlangsung, Purnomo disambut sapaan dan tepuk tangan riuh para wartawan. "Tetap bertahan, ya, Pak? Selamat melanjutkan Pak!" tegur wartawan dan disambut senyum oleh Poernomo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tadi membahas soal sistem pertahanan nasional," ujarnya setelah mengucapkan salam.
"Wah, Menhan? Nggantiin Pak Juwono?" tanya wartawan heran.
Penugasan baru tersebut tidak ubahnya de javu bagi Purnomo. Sekitar 10 tahun lalu dia menggantikan posisi yang sebelumnya juga diduduki oleh Juwono Sudharsono (Menhan 2004-2009), yakni sebagai Wakil Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas).
Penugasan di Lemhanas itu dilakoni Purnomo mulai 1998 hingga 2000. Dia adalah lulusan terbaik Lemhanas pada 1992 dan mendapat pangkat Maheswara Tingkat 3. Nampaknya di samping kemampuan dalam hal menajemen, pengalaman di Lembahas jadi bekalnya kelola pertahanan RI lima tahun ke depan.
Purnomo mulai memimpin Departemen ESDM di pertengahan pemerintahan Abdurrahman Wahid. Dia mengisi kekosongan posisi Menteri Pertambangan dan Energi yang ditinggalkan SBY menyusul penugasannya sebagai Menko Polhukam.
Tidak lama pemerintah Gus Dur tumbang dan digantikan oleh Megawati Soekarnoputri. Tapi tidak demikian dengan Purnomo, dia tetap di Departemen ESDM hingga SBY terpilih sebagai Presiden RI dan per 22 Oktober 2009 dia akan berkantor di Departemen Pertahanan.
(lh/irw)











































