Sebelum meninggalkan kantornya, JK menyempatkan diri mengobrol dengan para pegawai Setwapres. Guyon segar sering dilontarkan JK, sehingga membuat para pegawai tertawa. Namun, dia juga menuangkan uneg-unegnya perihal kerja para 'pelayan' istana ini.
"Saya heran, meskipun saya kunjungan ke negara-negara lain, makanannya tetap nasi goreng, nasi kuning. Pergi ke Jepang, tetap ada nasi goreng, ke Amerika juga ada nasi goreng. Padahal sekali-kali saya mau makan makanan khas daerah di situ," kata JK disambut tawa oleh karyawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 50 orang pegawai larut dalam suasana haru. Sebagian besar matanya nampak berkaca-kaca, bahkan ada yang menangis terisak-isak. JK meninggalkan kantornya dengan memakai baju putih dan berdasi kemerahan. Awalnya JK hendak memakai jas, namun niatnya kemudian diurungkan.
"Waktu pertama saya kesini hanya pakai baju biasa, berarti tidak jadi pakai jas," seloroh JK.
JK lalu diberi penghormatan oleh Komandan Komplek (Danplek) Paspampres yang sedang bertugas, diikuti oleh pasukan pengawal istana yang berjumlah sekitar 10 orang. Usai penghormatan, JK lalu mendatangi para prajurit itu sambil menyalaminya. JK menepuk-nepuk pundak para prajurit itu. JK lalu menuju rumah dinasnya di Jl Diponegoro, Jakpus. Malam ini adalah malam terakhir JK menginap di rumah dinasnya tersebut.
(gun/irw)











































