Β
Seperti dilansir The Australian, Senin (19/10/2009), pertemuan dengan pihak Indonesia akan difokuskan pada pembicaraan tentang pemberantasan imigran gelap yang sangat rawan terjadi di wilayah perairan antara Indonesia dan Australia. Pembicaraan akan difokuskan pada diskusi tentang 'tempat tinggal aman' bagi para imigran.
Penyusupan ke Australia lewat Indonesia terakhir terjadi Minggu (18/10/2009). Kapal gelap tersebut ditemukan oleh tim SAR Indonesia, beberapa kilometer sebelah barat laut Pulau Christmas, yang kemudian meminta bantuan Australia. Lalu HMAS Armidale membantu evakuasi para imigran tersebut.
Menlu Smith mengatakan orang-orang yang ditemukan oleh tim SAR Indonesia telah ditempatkan di HMAS Viking. "Kami sekarang sedang dalam pembahasan dengan tim SAR Indonesia," ujar dia.
Smith juga mengatakan dalang utama di balik kasus 260 pencari suaka Sri Lanka yang ditahan oleh AL Indonesia, seminggu yang lalu, telah ditahan. Adalah Abraham Lauhenaspessy, dikenal sebagai Kapten Bram, yang membawa para imigran gelap tersebut. Dia mengatakan telah dibayar oleh 254 warga Tamil yang ada di kapal untuk membawa mereka ke Pulau Christmas, Australia.
"Dia (Abraham) adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus ini, dia akan dikenai hukum Australia dan Indonesia. Saat ini dia ditahan oleh pemerintah Indonesia," jelas dia.
(nvc/nrl)











































