"Kami di luar pengurusan tetapi tetap kritis seperti yang dilakukan Bang Akbar periode lalu," ujar Ariadi Achmad saat dihubungi detikcom, Kamis (15/10/2009).
Ariadi mengatakan, jika Aburizal Bakrie meminta dia dan kawan-kawannya yang mendukung Surya Paloh untuk masuk dalam struktur kepengurusan DPP, hal itu akan ditolaknya. Sebab mereka sadar menjadi pihak yang kalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ariadi beralasan, jika kubu yang kalah ikut masuk dalam kepengurusan, justru membuat sistem kerja di kepengurusan menjadi tidak maksimal.
Menurutnya cukup yang menang saja yang mengurusi partai sehingga mereka bisa bertanggungjawab atas kinerja partai mendatang.
"Biarlah itu dikelola yang menang saja. Biar nanti mereka yang bertanggungjawab atas kepengurusan selanjutnya," tutur fungsionaris DPP Golkar era Jusuf Kalla ini.
Bagaimana dengan Paloh? Ariadi mengaku tidak tahu bagaimana posisi Paloh dalam kepengurusan Golkar berikutnya. Jika JK kabarnya akan ditempatkan dalam posisi 'terhormat', Paloh belum ada kejelasan.
Namun, menurut Ariadi, Paloh kemungkinan besar akan menolak duduk dalam struktur kepengurusan.
"Saya kira kalo saya jadi Surya Paloh, jika pun diminta dia tidak akan masuk," tutupnya.
Malam ini, Golkar akan menggelar rapat harian di DPP Golkar di Slipi, Jakarta Barat. Salah satu agendanya adalah menyusun struktur kepengurusan DPP.
(Rez/mad)











































