Pendeteksi ID Munas Golkar Ngadat, Pemeriksaan Dilakukan Manual

Pendeteksi ID Munas Golkar Ngadat, Pemeriksaan Dilakukan Manual

- detikNews
Rabu, 07 Okt 2009 19:10 WIB
Pendeteksi ID Munas Golkar Ngadat, Pemeriksaan Dilakukan Manual
Jakarta - Entah apa yang terjadi dengan alat pendeteksi ID card peserta Munas VIII Golkar ini. Di saat-saat genting menjelang pemilihan Ketua Umum, alat tersebut malah ngadat dan tidak berfungsi. Terpaksa proses pendeteksian ID dilakukan dengan cara manual.

โ€œKepada teman-teman media, saya beritahukan bahwa alat pendeteksi ID sedang hang. Jadi nanti pemeriksaannya pakai sistem manual,โ€ kata Koordinator Humas Munas Golkar, Riki Rachmadi, kepada wartawan di media center, Hotel Labersa, Pekanbaru, Riau, Rabu (7/10/2009).

Setiap peserta dan wartawan hanya boleh masuk ke dalam ruang rapat paripurna jika memiliki ID khusus yang disediakan panitia. Kartu ID berukuran sekitar 20x15 cm yang terbuat dari kertas itu dilengakpi dengan hologram sebagai tanda khusus. Tanda ini harus melewati alat pendeteksi khusus sebelum peserta
diizinkan memasuki ruangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Riki menerangkan, dalam sidang pemilihan Ketua Umum Partai Golkar nanti semua wartawan akan diperbolehkan masuk untuk mengambil gambaran suasana. Namun apakah saat pemungutan suara mereka diperbolehkan meliput di dalam, belum ada kepastian.

โ€œKita tunggu saja nanti perintah dari pimpinan sidang. Kalau disuruh keluar yang keluar. Pokoknya tidak ada diskriminasi,โ€ tegas Riki.

Sebelumnya para wartawan sempat menggelar aksi boikot Munas karena merasa ada diskriminasi dari panitia. Dari ratusan wartawan yang meliput Munas, hanya 3 media yang diperbolehkan masuk ke ruangan saat rapat paripurna, yakni ANTV, TVOne, dan vivanews.com yang berafiliasi dengan Aburizal Bakrie (Ical).

Dalam jadwal yang dibuat panitia, pemilihan Ketua Umum dijadwalkan pukul 20.00 WIB. Namun mengingat sidang komisi molor dari jadwal, kemungkinan pemilihan ketua umum pun akan molor.

(sho/mad)


Berita Terkait