Setelah dibekuk di kampung halamannya Malang, Jawa Timur, David kini mendekam di ruang tahanan Poltabes Denpasar. Kakinya pincang setelah tertembus timah panas polisi.
Dua korban teranyarnya adalah wisatawan asal Jepang Rika Sano dan Mayumi Someya (30). Sementara empat wanita korban sebelumnya adalah Lina, Yanti, Bela dan Nola. Mereka bekerja di malam hari di kawasan wisata Kuta.
Uniknya, pelaku melampiaskan semua aksi kejahatan dan nafsunya di lokasi ia membunuh Sano di kawasan Jalan Dewi Sri, Kuta. Kawasan ini sangat sepi dibandingkan daerah lain di Kuta. Semak-semak tumbuh tinggi menutupi aksi kejahatannya.
Modus kejahatannya pun selalu sama. David mencabuli korban sebelum merampas barang-barang Korban. Bahkan, David tak segan berbuat kasar jika korbannya meronta dan melakukan perlawanan.
David dengan dingin memukul korban dengan helm dan batu. "Umumnya korban mengalami luka baik luka ringan hingga luka parah," kata Kapoltabes Denpasar Kombes Polisi Gde Alit Widana di Mapolda Bali, jalan WR Supratman, Denpasar, Selasa (6/10/2009).
Salah seorang korban yang mengalami luka paling parah adalah Lina, yang disebut sebagai wanita malam di Kuta. Ia ditemukan sekarat di TKP. Bahkan, kondisinya kini masih memprihantinkan. Ia dikabarkan menderita trauma serta mengalami kelumpuhan.
Meskipun telah melakukan beberapa aksi kejahatan, David berhasil lolos dari kejaran aparat. Aksi kejahatannya berhasil dihentikan pasca membunuh wisatawan Jepang Sano dan nyaris memperkosa Mayumi Someya.
(gds/djo)











































