“Saya percaya, Anda yang datang ke sini di samping mendengarkan pertanggungjawaban dan sebagainya, tapi lebih penting adalah siapa nahkoda yang akan datang. Semua yang hadir adalah kawan-kawan saya. Rizal, Surya Paloh, Tommy, Yuddy. Satu harapan saya, kita bekerja menjalankan secara demokratis. Boleh suara keras, tapi tidak boleh fisik keras. Harus sesuai aturan,” kata JK.
Hal itu dia sampaikan saat memberikan sambutan dalam pembukaan Munas di Hotel Labersa, Pekanbaru, Riau, Senin (5/10/2009) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
tetap dingin. Hati tetap bersahabat. Kita boleh berargumentasi, tapi kita harus berpikir satu untuk semua dan semua untuk satu. Apa satu itu? Partai kita semua, Partai Golkar,” imbuh JK.
Lebih jauh pria yang sebentar lagi akan mengakhiri masa jabatannya sebagai
Wapres ini menyampaikan, bangsa ini memerlukan suatu keutuhan dan politik yang baik untuk mencapai cita-cita kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Dan Golkar haruslah menjadi bagian untuk mewujudkan cita-cita itu.
“Golkar bukan kepentingan A, B, atau C. Tapi Golkar adalah untuk kepentingan
seluruh rakyat karena rakyat yang memilih kita semua. Itulah hal yang kita
harapkan jadi pegangan dan harapan kita semua,” tandas JK.
(sho/nwk)











































