"Kampung saya sendiri seluruh rumah hancur kecuali rumah nenek saya karena terbuat dari kayu," ujar Indra kepada detikcom, Rabu (30/9/2009). Menurut Indra, hancurnya rumah-rumah di kampung halaman Indra lantaran rumah-rumah tersebut permanen.
Indra mengaku empat berkomunikasi dengan adiknya via telepon. Namun tak lama kemudian ponsel langsung mati. "Adik saya nangis-nagis waktu telepon," imbuh Indra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untungnya, lanjut Indra, orang tuanya saat ini sedang berada di Jakarta. Rencananya besok mereka akan pulang ke Padang. "Katanya di Bandara juga banyak yang meninggal," pungkasnya.
(anw/gah)











































