Jakarta - Jumlah korban tewas akibat badai yang memicu banjir bandang yang melanda ibukota Filipina, Manila, terus bertambah. Dan data terakhir dari tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban.
"Menurut staf KBRI di Manila hingga saat ini belum ada WNI," kata Direktur Perlindungan WNI, Teguh Wardoyo melalui telepon, Senin (28/9/2009).
Diketahui data terakhir korban tewas akibat bencana ini mencapai 100 orang dan 32 lainnya hilang. Pemerintah Filipina menyatakan, pihaknya kesulitan menanggulangi musibah banjir besar yang menggenangi 80% area Manila.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah warga yang mengungsi akibat air bah tersebut pun meningkat hingga 451.000 jiwa. Ancaman wabah penyakit dan penyediaan bantuan bagi korban selamat kini menjadi prioritas perhatian terlebih dahulu oleh pemerintah setempat.
(ndr/ape)