"Kita menyayangkan itu terjadi. Kita sebenarnya nggak mau ada konflik. Sebenarnya warga di sini sudah lama tahu. Kita di sini sudah 2 tahunan dan sering ada kegiatan-kegiatan," kata Revaldi saat ditemui di lokasi, Jalan Bangau 2 Nomor 18, RT 5 RW 3, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2009).
Menurut Revaldi, warga sekitar terutama ibu-ibu sudah banyak yang tahu tentang kegiatan yang diselenggarakan jamaahnya. Kegiatan yang sering digelar antara lain zikir dan tari-tarian sufi yang diiringi musik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu dia tidak menyangka warga akan membubarkan Salat Id yang mereka gelar. "Kita juga takut karena tadi sempat ada yang teriak 'bakar! bakar!'. Akhirnya ya sudah. Kita sih fleksibel saja. Kalau memang diminta ikut bareng dengan pemerintah ya kita ikut saja. Salat Id ini kan sunah," ucapnya.
Revaldi dan kawan-kawannya yang mengaku ajarannya turunan dari ajaran Naqshbandi Rabbani Sufi ini meyakini berdasarkan pemantauan hilal, 1 Syawal jatuh pada Jumat ini. Selain itu mereka juga mulai berpuasa 2 hari sebelum waktu yang ditetapkan pemerintah. Secara total mereka telah berpuasa selama 29 hari.
(nov/sho)











































