Suarakan Perdamaian, Mahasiswa Malindo Bubuhkan Sejuta Tanda Tangan

Suarakan Perdamaian, Mahasiswa Malindo Bubuhkan Sejuta Tanda Tangan

- detikNews
Rabu, 16 Sep 2009 22:20 WIB
Suarakan Perdamaian, Mahasiswa Malindo Bubuhkan Sejuta Tanda Tangan
Kuala Lumpur - Kalangan pelajar Indonesia di Malaysia tidak kalah memberi perhatian serius terhadap hubungan dua negara yang sedang memanas dalam beberapa bulan terakhir.

Seperti yang dilakukan para pelajar Indonesia di Universitas Limkokwing, Cyberjaya, Malaysia. Dukungan terhadap keharmonisan hubungan Indonesia-Malaysia mereka nyatakan dalam bentuk pembubuhan simbolik sejuta tanda tangan bersama mahasiswa Malaysia di atas papan putih 2 x 4 meter.

Papan putih tersebut berjudul "The Road to Peace Begins in Our Hearts, Let Us Pray For Peace During This Holy Month of Ramadhan".

Kegiatan itu sebagai rangkaian dalam acara buka puasa bersama plus pameran seni sederhana dari kedua kalangan mahasiswa.

Lucky Handoko, Ketua Club Merah Putih, sebuah perkumpulan mahasiswa Indonesia di Universitas Limkokwing, mengatakan kegiatan yang digelar bersama perkumpulan mahasiswa Malaysia, Club Jalur Gemilang tersebut bertujuan untuk meredam isu hubungan Indonesia-Malaysia yang sedang kurang baik sekarang ini.

"Hari ini, acara buka puasa bersama mahasiswa Indonesia dan Malaysia sengaja diadakan pada saat yang baik di bulan yang baik. Mudah-mudahan dapat ikut membantu mengurangi ketegangan hubungan yang terjadi," kata Lucky ketika berbincang-bincang dengan detikcom di kampus Universitas Limkokwing, Cyberjaya, Malaysia, Rabu (16/9/2009).

Lucky mengatakan, kegiatan sejuta tanda tangan itu untuk menumbuhkan self awareness dikalangan para pelajar kedua negara. Sebab, lanjutnya, banyak para pelajar Indonesia dan Malaysia di kampusnya yang prihatin dengan situasi yang berkembang beberapa bulan terakhir.

"Kalau kita di sini tidak ingin keadaan seperti ini. Ini semacam petisi kalau kita ingin perdamaian. Kita di sini bukan untuk cari gara-gara. Kita ingin mencari ilmu," kata mahasiswa Desain Komunikasi Visual semerter 5 ini.

Hal senada juga disampaikan mahasiswa Malaysia, Mohd Ruzman bin Awang. Menurutnya, sebetulnya isu ini tidak besar, tapi hanya karena ada yang membesar-besarkan.

"Ini hanya kesalahpahaman. Kita di Limkokwing tidak pernah ada masalah. Yang penting sekarang ini kita harus percaya kepada pemerintah masing-masing. Pemerintah Indonesia sudah dapat handle situasi. Pemerintah Malaysia pun dapat handle situasi," ujarnya yang juga peneliti.

Vice President International Development Universitas Limkokwing, Dr Jayles Yeoh mengatakan, situasi yang berkembang antara Indonesia-Malaysia tidak mempengaruhi situasi belajar mahasiswa Indonesia di kampusnya. Dia mengungkapkan, mahasiswa internasional yang belajar di Universiti Lomkokwing berjumlah lebih kurang 10 ribu yang berasal dari 145 negara.

"Dalam kampus ini ada lebih dari 800 mahasiswa Indonesia. Mahasiswa Indonesia adalah terbanyak pertama dibandingkan mahasiswa internasional lainnya. Sejak kampus ini bermula, mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Club Merah Putih telah melakukan banyak kegiatan untuk menyumbang terhadap kampus ini, bekerjasama dengan mahasiswa lain," ungkap Jeyles.

"Saya rasa isu ini hanya satu misunderstanding saja. Kadang-kadang dibesar-besarkan oleh segelintir dengan tujuan-tujuan tertentu. Kami di sini tidak terpengaruh dengan apa yang terjadi pada negara," cetusnya.

Bahkan sebagai bentuk hubungan yang baik, Jayles mengungkapkan rencana kampusnya yang akan mengirimkan 45 mahasiswa MAlaysia untuk belajar di cabang Universitas Limkokwing di Bali dalam waktu dekat. Selain di Bali, Universitas Limkokwing juga memiliki cabang di Kelapa Gading, Jakarta.

"Kita tidak akan tundakan, sesuai dengan rencana. Mereka akan menghabiskan waktu di sana selama seminggu untuk saling mempelajari budaya dan bahasa. Artinya, kami tidak terpengaruh dengan yang diberitakan surat kabar," tambah Jayles.

Selain penandatanganan sejuta tanda tangan, acara buka puasa bersama tersebut juga menampilkan band performance, traditional dance performance dan pertukaran hadiah dari kedua kalangan mahasiswa.
(rmd/nov)


Berita Terkait