Dukungan itu disepakati dalam pertemuan DPD II Partai Golkar di Sumatra yang digelar hari ini. Pilihan dijatuhkan pada Surya Paloh karena dinilai sosok yang paling pantas menjalankan pokok-pokok pikiran Golkar di masa depan.
"Persaingan partai di masa depan akan semakin kompetitif. Untuk itu diperlukan pemimpin yang bisa membesarkan partai dan memperjuangkan kader. Munas kali ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, kalau salah pilih partai bisa jatuh lagi," ujar Salim Fachry, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Aceh Tenggara, Nangroe Aceh Darussalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapat senada juga disampaikan Saidal Masfiyuddin, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dia menilai, Partai Golkar selama ini mengalami degradasi karena lemahnya kaderisasi dan konsolidasi. Sistem di organisasi tidak berjalan dengan baik.
"Kita memerlukan ketua umum yang mampu meningkatkan militansi kader. Figur yang independen dalam menjalankan tugas kepartaian, tidak memiliki banyak permasalahan di republik ini," ujarnya.
Pimpinan partai tingkat kabupaten dan kota di Sumatera yang menghadiri pertemuan di Medan ini, umumnya sudah mempunyai keputusan bulat di daerahnya untuk memilih Surya Paloh melalui sebuah rapat pleno pengurus. Hasil pleno itulah yang dibawa ke Medan.
Misalnya Golkar Aceh Tenggara yang sudah menggelar pleno pada 27 Agustus 2009. Sementara DPD II Golkar Pesisir Selatan melakukan pleno yang diperluas dengan melibatkan pengurus tingkat kecamatan pada 1 Juli 2009.
(rul/djo)











































