Protes RUU Ketenagalistrikan, SP PLN Gandeng Hizbut Tahrir

Protes RUU Ketenagalistrikan, SP PLN Gandeng Hizbut Tahrir

- detikNews
Selasa, 08 Sep 2009 10:56 WIB
Protes RUU Ketenagalistrikan, SP PLN Gandeng Hizbut Tahrir
Jakarta - Serikat Pekerja (SP) PLN kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR untuk menolak disahkannya RUU Ketenagalistrikan. Kali ini mereka menggandeng massa dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang kebanyakan ibu-ibu dan anak-anak.

Pantauan detikcom dari depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta (8/9/2009), jumlah massa mencapai 1.000 orang. Sepertiganya berasal dari HTI.

SP PLN membawa poster dan spanduk yang bertuliskan 'Tolak Pencaplokan PLN oleh Pedagang Negara' dan 'Listrik Harus Dilindungi Negara Untuk Mempertahankan Keutuhan Bangsa'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu para aktivis HTI tampak membawa poster bertuliskan 'Syariah Islam, Selamatkan Listrik dari Swastanisasi'.

"Itu kan undang-undang yang banyak duitnya. Ratusan miliar, beda dengan Undang Undang Tipikor, mereka memperlambat pembahasan, karena ada di antara mereka yang tersangkut korupsi," ujar Ketua Umum Forum SP BUMN Strategis Ahmad Daryoko di sela-sela aksi.

Daryoko menilai jika disahkan, UU Ketenagalistrikan akan memecah usaha kelistrikan agar dapat diambil oleh berbagai perusahaan kelas dunia.

Sementara itu aktivis HTI, Rahmat Kurnia menjelaskan bahwa UU Ketenagalistrikan bukan hanya urusan SP PLN, tetapi juga masyarakat luas. Karena itu HTI ikut serta dalam aksi ini.

"HTI datang karena UU ketenagalistrikan melanggar syariat Islam. Kita datang karena panggilan aqidah," ujar Rahmat.
(rdf/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini