"Kami mendorong pak JK untuk jadi guru bangsa, tidak lagi terlibat dalam pemerintahan," ujar juru bicara 9 organisasi kemahasiswaan yang juga ketua PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Arif Mustofa, ketika memberi keterangan pers usai bertemu JK di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (7/9/2009).
Selain HMI, organisasi mahasiswa yang datang antara lain Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI).
Arif melanjutkan, keinginan mahasiswa agar JK tidak lerlibat dalam pemerintahan terkait dengan adanya kecenderungan ekeskutif dan legislatif akan dikuasai oleh presiden terpilih.
"Kami khawatir ke depan eksekutif dan legislatif cenderung dikuasai oleh presiden, sehingga mekanisme check and balances tidak berjalan dan pemerintahan tidak berjalan normal," kata Arif
Oleh karena itu, beberapa organisasi mahasiswa ini meminta agar JK ikut berdiri bersama mahasiswa membentuk oposisi ekstra parlementer. "Kami ingin memperkuat oposisi ekstra parlementer dan mengajak JK di luar pemerintahan," terang Arif.
(gun/sho)











































