"Beberapa hari lagi juga surut, ini bukan gejala seperti Lumpur Lapindo," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, saat dihubungi lewat telepon, Minggu (6/9/2009).
Menurut Surono, kemunculan lumpur tersebut diakibatkan tanah di Tasikmalaya banyak mengandung air. Selain itu, titik didih cairan juga tidak terlalu besar.
"Kita boleh saja khawatir jika keadaan aktivitas gunung Galunggung tinggi atau meningkat, karena itu akan lain ceritanya. Namun sejauh ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan," tegasnya.
Sebelumnya, warga Kampung Pasirgede geger dengan munculnya semburan lumpur setelah gempa 7,3 SR yang berpusat di Tasikmalaya. Kini, semburan tersebut menggenangi perkebunan warga. Tinggi genangan sekitar 2 meter.
(mad/anw)










































