ITB Akan Lanjutkan Kampanye Capres di Kampus
Kamis, 01 Apr 2004 00:56 WIB
Bandung - ITB menilai kegiatan kampanye di dalam kampus cukup mampu membangkitkan minat dan menghidupkan dinamika civitas akademika terhadap kehidupan sosio-politik bangsa. Untuk itu, ITB akan meneruskan kegiatan kampanye ini dari menghadirkan caleg parpol dan calon DPD, menjadi kampanye calon presiden (capres) pada waktunya nanti.Demikian ditegaskan Rektor ITB Dr Ir Kusmayanto Kadiman saat memberikan evaluasi pelaksanaan kampanye di kampus ini, di Aula Timur ITB, Rabu (13/3/2004) malam. Sebelumnya, Ketua Satgas Pemilu ITB Dr Ir Aryo P Wibowo melaporkan bahwa dalam kegiatan kampanye di kampus pada tanggal 15-27 Maret 2004 itu, hanya 15 parpol yang mau mengikuti dan mendatangkan juru kampanyenya. Sedangkan 9 parpol lain yaitu PPNUI, PPDI, PPD, Partai Merdeka, PNI Marhaenisme, PBSD, PPP, PBB dan PKPB tidak mengikuti kegiatan kampanye itu dengan berbagai alasan. Aryo mengakui bahwa pada awalnya, animo mahasiswa dan civitas akademika yang lain untuk mengikuti kegiatan kampanye itu rendah. Namun sejalan dengan gencarnya informasi dan pemberitaan di media berkaitan dengan kegiatan itu, berangsur-angsur animo itu meningkat."Peserta juga memilih-milih partai. Bahkan ada satu partai yang pada saat berkampanye di sini, ruangan terisi penuh. Dari kapasitas kursi yang disediakan 300 buah, amat kurang karena banyak peserta yang rela berdiri," katanya.Kusmayanto sendiri lebih jauh menandaskan bahwa kegiatan yang dilakukan itu memang menghadirkan nuansa baru di kampus ITB. "Tidak hanya sekedar mempelajari dan melaksanakan kehidupan akademis di kampus. Namun dengan ikut serta dan terlibat dalam sosio-politik bangsa ini, diharapkan partisipasi ini akan ada manfaatnya," katanya.Karena itu, dengan segala kekurangan dan evaluasi yang ada Kusmayanto menegaskan bahwa kegiatan itu akan dilakukan dengan membuat kampanye bagi capres-capres yang ditetapkan pada waktunya nanti.Namun tak urung, hal itu juga mengundang protes sebagian mahasiswa. Selain menilai kegiatan itu sama sekali tidak melibatkan mahasiswa sebagai i>stakeholders di kampus itu, juga ada pandangan bahwa kegiatan itu sama sekali tidak ada manfaatnya.
(jon/)











































