“Benar informasi itu. Kalau malam dayung kapalnya sering muncul ke permukaan,” kata Mbah Jana alias Nurjanah (70), ditemui di rumahnya di Jalan Cendana II Radio II, Desa Sumirejo, Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Sabtu (05/09/2009).
“Saya tidak tahu kenapa bisa muncul. Saat siang dia hilang lagi ke dalam tanah,” kata pemilik lahan tempat ditemukan kapal kuno tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat mengunjungi lokasi kapal itu ditimbun, hanya ditemukan bekas galian yang disebut Mbah Jana bekas sumur tua. “Dari sumur inilah sering muncul dayung kapal,” imbuhnya.
Kapal itu sendiri ditemukan oleh Mbah Jana tahun 1984 bersama suaminya Tohir, yang telah meninggal dunia tahun 2001 lalu. Awalnya berdasarkan mimpi Mbah Jana. “Saya bermimpi didatangi seseorang berjubah hitam dan bersorban. Orang itu mengatakan tolong diurus kapal yang berada di belakang rumahmu,” kata Mbah Jana menceritakan mimpinya.
Setelah diceritakan dengan suaminya, yang sempat tidak percaya, mereka kemudian bersama para tetangganya melakukan penggalian. “Ditemukan kapal itu. Lalu banyak orang turut menggali dan menemukan sejumlah benda kuno seperti keramik,” jelasnya.
Selanjutnya, datanglah orang dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jambi dan melakukan penelitian. (tw/ape)










































