Ibu dua anak ini adalah seorang warga Desa Lengkong Jaya, Kecamatan Cigalantong, Kabupaten Tasikmalaya. Eti merupakan korban gempa bersama sekitar 400 warga yang nasibnya serupa yakni tidak memiliki rumah lagi pascagempa hebat 7,3 SR, Rabu (2/9).
"Saya waktu itu tidak bisa melihat apa-apa saat gempa," kata Eti saat ditemui detikcom di depan rumahnya,Β Kamis (3/9/2009). Rumah Eti sudah rata dengan tanah.
Eti bercerita, dalam waktu satu jam tersebut dia berusaha mengeluarkan diri di tengah himpitan kayu dan genting dari atap rumahnya. Dia berusaha meminta pertolongan dengan berteriak namun tidak membuahkan hasil.
"Saya sudah kesulitan bernafas dan tidak bisa melihat karena mata saya tertutup debu," cerita Eti.
Akhirnya Eti bisa keluar setelah perlahan-lahan matanya melihat cahaya. Dengan usahanya sendiri selama 1 jam tersebut dia mengangkat dan menyingkirkan atap-atap yang menimpa tubuhnya.
Eti berharap pemerintah setempat segera memberikan bantuan terutama tenda. Sebab sejak kemarin dia hanya tidur beralaskan tikar dan beratapkan langit. Eti tidak mau mengungsi di penampungan karena sudah penuh.
"Barang-barang saya semua di dalam tidak bisa diambil termasuk baju. Saya sudah meminta tenda sama Pak Lurah tapi belum dikasih, saya hanya bisa pasrah," ujarnya lirih.
Suami dan anak Eti juga selamat dari gempa. Saat gempa, suami Eti sedang mengecat di belakang rumah, sedangkan anak Eti sedang bermain di luar rumah.
(nik/nrl)











































