Untungnya saat kejadian, para siswa yang berjumlah 190 orang telah meninggalkan kelas sehingga tidak ada korban.
"Para siswa sedang mengikuti pesantren Ramadan di luar kelas sehingga tidak ada korban," ujar seorang guru SMA Cigalontang, Dedi Kurniadi, kepada detikcom di lokasi sekolah, Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (3/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perbaikan kan makan waktu kira-kira tiga bulan. Kalau belum beres nanti ya terpaksa beratapkan tenda," jelas Undang.
Undang pun mengaku sedang mencari pihak yang mau menyumbangkan tenda untuk digunakan sebagai ruang kelas darurat.
Pantauan detikcom, 3 ruang kelas rata dengan tanah. Sedangkan 3 ruang kelas lainnya dindingnya jebol. Begitu pula dengan ruang guru.
(rdf/nrl)











































