"Noordin selalu ingin tampil di depan. Ingin jadi pemimpin. Ini yang buat dia slek (bertengkar) dengan Urwah dan ditinggalkan teman-teman dan bisa saja semakin lemah," kata sumber detikcom di lingkungan Jamaah Islamiyah (JI) dalam perbincangan di Jakarta, Senin (31/08/2009).
Menurut pria yang bisa membuat bom selama 15 menit ini, Noordin memang tidak pernah beraksi dengan orang-orang yang pernah ditangkap polisi. Meski ditinggalkan teman-temannya, namun ada saja orang-orang yang melindunginya. Orang-orang tersebut mempunyai faham melindungi sesama muslim.
"Dia nggak main sama orang yang pernah ketangkap polisi. Tapi ada saja yang melindunginya. Sesama muslim harus saling melindungi. Kita juga kalau diajak untuk menangkap Noordin, akan mundur satu-satu," ungkapnya.
(gus/iy)











































