Dirut PT Pindad, Adik Avianto Soedarsono, memperlihatkan 1 box kayu berisi 5 senjata jenis SS1 V1, dan 15 magazine kepada sejumlah wartawan. Masing-masing senjata dilengkapi 3 magazine, 1 tali sandang, dan 1 pisau sangkur.
Adik lalu mengangkat dan mempertontonkan senjata itu dalam jumpa pers di Dephan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2009).
Adik tampak didampingi Kepala Biro Humas Dephan Brigjen TNI Slamet Hariyanto Direktur Teknik Industri Ranahan Dephan Laksamana Pertema Sudi Haryono.
"Ini contoh SS1 buatan PT Pindad. Di sini ada capnya PT Pindad. Jadi tidak benar kalau disebutkan senjata-senjata ini ada cap dari negara yang kemarin ramai diberitakan," kata Adik.
Adik juga memperlihatkan box yang berisi senjata itu. "Ini boxnya lihat sudah penuh karena sudah berisi 5 senapan SS1 dengan segala kelengkapannya. Tidak mungkin disisipkan," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, aparat Filipina menyita 50 pucuk senjata SS1-V1 buatan PT Pindad dan 10 pucuk senjata genggam yang bertuliskan Israel. Juga ditemukan sejumlah kotak yang sudah kosong. Diduga, kotak-kotak itu awalnya berisi senjata dan sudah diturunkan sebelum dipergoki aparat.
PT Pindad mengaku mengapalkan 110 pucuk senjata yaitu 100 untuk Mali dan 10 pistol untuk organisasi sebangsa Perbakin di Filipina.
(aan/iy)











































