Penemuan kikil berformalin ini berawal dari informasi ada sebuah agen yang memasok kikil berformalin ke kawasan kebumen. Informasi tersebut kemudian didalami oleh petugas.
"Dan akhirnya kami menemukan 800 Kg kikil berformalin di rumah warga bernama Agus Santoso (45). Kikil itu berada di halaman rumah dan siap dijual," kata drh Suhartilah, salah satu petugas dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kebumen kepada detikcom, Senin (31/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia menjualnya di Kebumen maupun di luar Kebumen," tegas Suharti.
Selain menyita 800 Kg kikil, petugas juga mengamankan lima jeriken cairan Hidrogen Peroxide.Β
Menurut Suharti, kikil yang dijual Agus tersebut ditengarai sudah berumur selama 3 bulan. Kikil tersebut diimpor dari Australia dan masuk ke Indonesia melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
"Rencananya akan dipasok ke beberapa daerah di Pulau Jawa," tegas Suhartilah.
Sementara itu, Agus Santoso mengaku tidak tahu kikil yang dibelinya itu mengandung formalin. Sebab oleh pemasoknya, yakni CV Abadi Jaya Sentosa, menyatakan kikil tersebut bersih serta bebas dari segala macam obat kimia dan bahan pengawet.
(djo/djo)











































