Kepala Humas Undip Agus Naryoso mengatakan, rektor dan kalangan akademis telah mempertimbangkan masak-masak keputusan tersebut. Dalam mengambil keputusan itu, mereka mengaku didukung banyak pihak.
"Biasanya ada empat mahasiswa Malaysia diterima di sini. Tapi saat ini kuota itu tak berlaku lagi," katanya melalui telepon, Jumat (28/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan lain, Undip berusaha mengakomodir kepentingan nasional. "Sejumlah kepala daerah yang bertemu rektor ingin agar putra daerahnya diterima di Undip. Karena itu, daripada menerima mahasiswa asing (Malaysia), lebih baik mendidik anak bangsa sendiri," jelasnya.
Agus tak menampik alasan menolak mahasiswa Malaysia juga terkait 'ulah' Malaysia terhadap Indonesia. Yang aktual, tentu saja, soal klaim Malaysia atas Tari Pendet.
"Menurut rektor, komentar presiden mengenai klaim Malaysia atas Tari Pendet, memantapkan Undip agar tak menerima mahasiswa Malaysia lagi," demikian Agus Naryoso.
(try/djo)










































