"Mereka (Densus 88) membawa dua buah laptop punya keluarga dan dua buah kaset rekaman ceramah," ujar Abu Jibril saat jumpa pers di mesjid Al Munawwarah, Perumahan Witana Harja, Pamulang, Tangerang, Banten, Rabu (26/8/2009).
Menurut ayah Mohamad Jibril ini, penggeledahan dilakukan sekitar pukul 23.00 WIB. Sebanyak 20 petugas satuan Densus 88 mendatangi kediamannya. Mereka juga membawa surat perintah penggeledahan.
"Seorang petugas bertanya di mana kamar anak saya, saya bilang dia tidak punya kamar di sini karena dia tidak tinggal di sini," ungkapnya.
Merasa tidak terima rumahnya digeledah malam hari, Abu Jibril protes kepada salah satu anggota Densus 88. Namun Densus 88 tetap melanjutkan penggeledahan.
"Kami menyerukan kepada Presiden SBY apakah orang orang seperti ini akan terus meneror umat Islam. Kami khawatir kaum muslimin takut berkata jihad," imbuh Abu Jibril diikuti suara takbir puluhan jemaahnya.
(ape/nrl)











































