"Harus dilihat pada mekanisme di dalam, tidak ada sesuatu yang lucu saya kira," kata Ketua DPR Agung Laksono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/8/2009).
Seperti diketahui, ditunjuknya Ketua DPR mendatang oleh SBY telah memunculkan kekhawatiran di sebagian masyarakat akan munculnya kekuatan suatu pemerintahan otoriter baru layaknya orde baru, di mana fungsi pengawasan DPR dilemahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu terserah kepada partai, saya tidak melihat siapa yang di intenal yang menentukan siapa. Kan ada mekanismenya masing-masing partai. Ada pleno DPP, ada dewan syuronya, ada dewan pembinanya. itu hak penuh kewanangan masing-masing partai," jelasnya.
Namun demikian, Agung berharap DPR mendatang harus tetap menempatkan diri sebagai lembaga yang menciptakan check and balances terhadap jalannya pemerintahan. "Kalau tidak itu ancaman bagi demokrasi," pungkasnya.
(lrn/yid)











































