"AS sangat menyayangkan pembebebasan Abdel Basset Mohamed al-Megrahi," kata Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs seperti dikutip AFP, Kamis (20/8/2009).
Pemerintah AS menyesalkan pembebasan tersebut karena dianggap memberikan luka mendalam bagi para korban. "Kami sangat simpati pada keluarga korban yang setiap hari bersedih karena kehilangan," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan Skotlandia membebeaskan Megrahi karena mengalami kanker prostat. Ia diprediksi tinggal hidup 3 bulan lagi. Atas dasar itulah, ia dikembalikan ke negara asalnya di Libya.
(mad/van)











































