"Menurut saya, sesunguhnya yang lebih menarik adalah Mbak Tutut. Dia bisa memperkuat faksi politik sendiri di Golkar," kata pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Yulianto dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (20/8/2009).
Dikatakan Yulianto, Mbak Tutut mempunyai pengalaman politik yang lebih luas dibandingkan adiknya itu. Dia pernah membidani berdirinya Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) bersama Jendral (Purn) R Hartono. Pada pemilu 2004, Mbak Tutut bahkan disebut-sebut dicalonkan partainya sebagai presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gaya politik keibuannya banyak diterima masyarakat. Jika di Partai Golkar, Mbak Tutut bisa menyaingi Megawati (Megawati Soekarnopurtri, Ketua Umum PDIP)," jelasnya.
Bagaimana dengan Tommy? Menurut Yuli, secara politik Pangeran Cendana itu belum teruji. Tommy tidak mempunyai pengalaman besar dalam organisasi politik, sehingga nilai jualnya rendah. Kalaupun terjun ke dalam Golkar, Tommy hanya menjadi kader biasa.
Peluang Tommy untuk menduduki posisi puncak Golkar bak mendaki gunung terjal. Banyak hal-hal negatif yang melekat kepada putra bungsu mendiang Soeharto itu, seperti kasus pembunuhan dan korupsi.
"Dan itu untuk Golkar sulit. Golkar sangat pragmatis di mana pandangan-pandangan orang di dalamnya mudah bergeser karena melihat sesuatu yang tidak sesuai. Berat untuk Tommy memimpin Golkar" cetusnya.
(irw/iy)










































