"Saya sama AS dijanjikan akan diberi upah Rp 20 juta kalau berhasil membunuh Bu Siwi, tapi kami juga dapat bonus dari si bos Rp 3 juta, jadi totalnya Rp 23 juta," ujar AM di markas Polres Garut, Senin (17/8/2009).
AM menambahkan, selama menjalankan aksinya berjalan lancar tanpa adanya ganguan atau hambatan berarti, karena tempat eksekusi berada di daerah terpencil dengan kondisi jalan terjal yang melewati jalan berbukit. "Apalagi malam hari, siang aja jarang ada orang yang lewat," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sendiri yang menjerat leher korban hingga tidak berdaya kemudian bersama AS, korban dibawa ke kuburan. Karena masih hidup, kemudian kami jerat lagi hingga benar-benar mati," pungkas AM.
(iy/yid)










































