17 Agustusan di lokasi tersebut, hanya dihiasi bendera merah putih yang lusuh. Bendera tersebut terikat pada sebuah pohon kering tanpa daun di antara sisa puing kebakaran dan makam.
Momentum 17 Agustus sepertinya tidak lagi bermakna bagi para korban kebakaran. Anak-anak yang biasanya meramaikan lomba pun tampak diam membisu seolah menyadari nasib mereka kini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tinggi dan tebalnya tembok membuat kemeriaahan perayaan tersebut tidak terlihat oleh korban kebakaran yang tengh dirundung duka. Begitu juga sebaliknya, duka dan nestapa korban kebakaran pun tidak bisa terlihat oleh kemeriahan di komplek sebelah. Perayaan kemerdekaan pun seolah hanya milik warga kompleks.
Inikah makna perayaan hari kemerdekaan yang kita banggakan?
(her/mad)










































