"Sebagai salah satu tokoh agama, tidak seharusnya Ustad Abu Bakar Ba’asyir terlalu cepat melemparkan tuduhan, apalagi bila tuduhan itu ternyata tidak sesuai dengan fakta," kata Ketua Umum Majelis Dzikir SBY Harris Thahir, lewat rilis kepada detikcom, Minggu (16/8/2009).
Pernyataan Harris menanggapi berita detikcom tentang permintaan Abu Bakar Ba'asyir untuk membubarkan Majelis Dzikir SBY Nurussalam jika pemerintahan SBY membuka peluang kantor dagang Israel di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beliau pun tidak pernah mentolerir setiap gerakan Israel dalam bentuk apa pun, apalagi memfasilitasi dibukanya kantor dagang di wilayah pemerintahan Indonesia," jelasnya.
Majelis Dzikir SBY Nurussalam, kata Harris, telah melakukan kroscek kepada pihak-pihak yang berwenang dalam masalah ini yaitu Kadin, Departemen Perindustrian, dan Departemen Perdagangan. Hasilnya, tidak ada kebijakan untuk memfasilitasi dibukanya Kantor Dagang Israel.
"Dengan demikian, Majelis Dzikir SBY Nurussalam menghimbau kepada seluruh pihak yang concern terhadap masalah ini untuk tidak mudah terjebak dalam upaya pihak-pihak yang hendak mengadu domba umat Islam dengan melemparkan tuduhan apalagi memfitnah kepada sesama muslim tanpa bukti yang jelas," tutupnya.
(mad/nrl)











































