"Kesiagaan tentu sudah dilakukan sedari dini. Jumlah personel delapan ratus itu dari Polda Metro saja, belum lagi dari jajaran Polres dan Polsek," kata Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Arief Wahyugunadi saat dihubungi
wartawan, Jumat (14/8/2009).
Terkait testimoni tersangka terorisme, Amir Abdilah, yang mengatakan Istana Negara akan menjadi target pengeboman berikutnya, polisi menyiagakan Satuan Gegana di kawasan ring 1 itu.
"Satuan Gegana tentu kita siapkan setiap hari. Tidak hanya karena ada peristiwa bom saja," ujar Arief.
Beberapa elemen masyarakat di antaranya polisi, masyarakat dan Satuan Polisi Pamong Praja juga turut mengamankan proses peringatan hari kemerdekaan tersebut.
Beberapa titik yang akan menjadi pusat pengamanan di antaranya adalah Istana Negara di Jalan Medan Merdeka Barat, kawasan Monumen Nasional, Gedung DPR/MPR di Slipi, Jakarta Barat.
Menjelang acara renungan malam pada 16 Agustus di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan juga akan disiagakan pengamanan penuh.
Di beberapa objek vital seperti kedutaan besar, pusat perbelanjaan dan perkantoran juga tidak luput dari pengamanan.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Chryshnanda mengatakan, kesiagaan akan dilakukan dengan melakukan pengecekan kendaraan pribadi maupun mobil box yang akan melintas di kawasan Istana.
"Ada tempat-tempat tertentu yang digunakan untuk peringatan kemerdekaan yang ditutup untuk sementara waktu," kata Chryshnanda.
Pengamanan dilakukan dengan pola pengamanan terbuka dan tertutup.
(mei/aan)











































