Informasi yang didapatkan detikcom dari sumber di kepolisian, sebenarnya Perumahan Telaga Kahuripan sudah dipantau oleh intelijen sejak 9 bulan lalu. Intelijen masuk sejak banyak perempuan bercadar tinggal di perumahan itu. "Sekarang jumlah warga yang mengenakan cadar makin banyak. Pertumbuhannya sangat cepat," kata salah seorang warga kepada detikcom, Kamis (13/8/2009).
Masyarakat di perumahan Kahuripan memang sangat heterogen, baik dari sisi agama, maupun aliran-aliran. Jangan heran bila masing-masing kelompok berebut pengaruh, termasuk cara memanfaatkan masjid-masjid di sekitar perumahan. Kelompok orang-orang yang beristrikan perempuan-perempuan bercadar juga terdiri dari banyak aliran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar awal 2009 lalu, SJ pernah menghilang dari perumahan itu selama beberapa hari. Banyak warga yang bertanya ke mana sang ustad. Namun, warga sekitar berprasangka baik bahwa SJ sedang berbisnis herbal dan menerima order bekam.
Karena SJ menghilang beberapa hari, salah seorang pengurus masjid pernah didatangi aparat berpakian preman (baca: intelijen-Red). "Mereka menanyakan tentang keseharian Ustad Saifuddin," ujar dia.
Saat itu, dia pun menjelaskan bahwa SJ merupakan ustad yang baik dan aktif bermasyarakat. Tidak ada sesuatu yang patut dicurigai. "Tapi, setelah aparat yang bertanya tentang Ustad Saifuddin itu pulang, kami sempat was-was juga, jangan-jangan Ustad Saifuddin target operasi," ujar dia.Β
Namun, kecurigaan warga itu sirna sudah. Beberapa hari kemudian SJ datang lagi ke perumahan. "Dia mengaku pergi ke luar kota kulakan obat-obat herbal," kata dia.
Setelah SJ muncul lagi di perumahan, tak ada aparat yang mendatangi Masjid As Surur lagi. Suasana kegiatan masjid normal, Saifuddin tetap menjadi imam salat dan memberikan ceramah-ceramah. Saifuddin yang sering berbaju gamis itu tetap membaur ke masyarakat.
Sampai akhirnya, sekitar 3-4 bulan lalu, Saifuddin kembali menghilang. Kali ini sangat lama. Hingga sekarang, dia tidak muncul lagi. Warga sekitar baru manggut-manggut setelah Polri memastikan Dani Dwi Permana sebagai pelaku bom bunuh diri di JW Marriott Jakarta dan menyebut SJ sebagai buron, karena telah merekrut Dani pada 8 Agustus 2009 lalu.
Setelah pengumuman Polri itu, perumahan itu kembali dipenuhi intelijen. Mereka memantau perumahan itu untuk mencari Saifuddin Jaelani dan jaringannya. Masyarakat sekitar pun diminta waspada. Setiap pengontrak rumah harus menyerahkan data diri berikut kartu identitasnya.
(asy/nrl)











































