Saifuddin Jaelani Menghilang Dua Kali, Dipantau Intel

Bom Marriott dan Ritz-Carlton

Saifuddin Jaelani Menghilang Dua Kali, Dipantau Intel

- detikNews
Kamis, 13 Agu 2009 11:34 WIB
Saifuddin Jaelani Menghilang Dua Kali, Dipantau Intel
Bogor - Sosok Saifuddin Jaelani (SJ) memang misterius. Tidak hanya kali ini dia menghilang dari Perumahan Telaga Kahuripan, Kemang, Bogor. Dia pernah juga menghilang sebelumnya selama beberapa hari. Intelijen sudah mengintainya sejak lama.

Informasi yang didapatkan detikcom dari sumber di kepolisian, sebenarnya Perumahan Telaga Kahuripan sudah dipantau oleh intelijen sejak 9 bulan lalu. Intelijen masuk sejak banyak perempuan bercadar tinggal di perumahan itu. "Sekarang jumlah warga yang mengenakan cadar makin banyak. Pertumbuhannya sangat cepat," kata salah seorang warga kepada detikcom, Kamis (13/8/2009).

Masyarakat di perumahan Kahuripan memang sangat heterogen, baik dari sisi agama, maupun aliran-aliran. Jangan heran bila masing-masing kelompok berebut pengaruh, termasuk cara memanfaatkan masjid-masjid di sekitar perumahan. Kelompok orang-orang yang beristrikan perempuan-perempuan bercadar juga terdiri dari banyak aliran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ustad Saifuddin Jailani (SJ) juga beristrikan perempuan bercadar. Namun, dia bukan satu aliran dengan kelompok yang mendirikan sekolah Abdurrahman Bin Auf di perumahan itu. Karena itu, meski saat ini SJ sedang diburu dan banyak intel yang berkeliaran di perumahan itu, kelompok yang mendirikan sekolah Abdurrahman Bin Auf tidak terpengaruh, masih tetap eksis di tempat itu.

Sekitar awal 2009 lalu, SJ pernah menghilang dari perumahan itu selama beberapa hari. Banyak warga yang bertanya ke mana sang ustad. Namun, warga sekitar berprasangka baik bahwa SJ sedang berbisnis herbal dan menerima order bekam.

Karena SJ menghilang beberapa hari, salah seorang pengurus masjid pernah didatangi aparat berpakian preman (baca: intelijen-Red). "Mereka menanyakan tentang keseharian Ustad Saifuddin," ujar dia.

Saat itu, dia pun menjelaskan bahwa SJ merupakan ustad yang baik dan aktif bermasyarakat. Tidak ada sesuatu yang patut dicurigai. "Tapi, setelah aparat yang bertanya tentang Ustad Saifuddin itu pulang, kami sempat was-was juga, jangan-jangan Ustad Saifuddin target operasi," ujar dia.Β 

Namun, kecurigaan warga itu sirna sudah. Beberapa hari kemudian SJ datang lagi ke perumahan. "Dia mengaku pergi ke luar kota kulakan obat-obat herbal," kata dia.

Setelah SJ muncul lagi di perumahan, tak ada aparat yang mendatangi Masjid As Surur lagi. Suasana kegiatan masjid normal, Saifuddin tetap menjadi imam salat dan memberikan ceramah-ceramah. Saifuddin yang sering berbaju gamis itu tetap membaur ke masyarakat.

Sampai akhirnya, sekitar 3-4 bulan lalu, Saifuddin kembali menghilang. Kali ini sangat lama. Hingga sekarang, dia tidak muncul lagi. Warga sekitar baru manggut-manggut setelah Polri memastikan Dani Dwi Permana sebagai pelaku bom bunuh diri di JW Marriott Jakarta dan menyebut SJ sebagai buron, karena telah merekrut Dani pada 8 Agustus 2009 lalu.

Setelah pengumuman Polri itu, perumahan itu kembali dipenuhi intelijen. Mereka memantau perumahan itu untuk mencari Saifuddin Jaelani dan jaringannya. Masyarakat sekitar pun diminta waspada. Setiap pengontrak rumah harus menyerahkan data diri berikut kartu identitasnya.

(asy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads