"Mengenai kepastian yang belum ada, supaya lebih cepat lebih lebih baik. Apakah yang ditembak di Temanggung, Noordin atau bukan? Kalau bukan, supaya diidentifikasi melalui tes DNA," ujar Agung saat berbincang dengan wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2009).
Menurut Agung, hal ini penting agar spekulasi liar di masyarakat mengenai siapa yang disergap Densus 88 itu, berhenti sendirinya.
"Supaya tidak terus ada spekulasi macam-macam apalagi ancamannya macam-macam," cetusnya.
Agung juga meminta Polri serius menanggapi isu SBY sebagai target teroris. Ia pun minta kepala negara dijaga ketat.
"Pengamanan beliau, Pak SBY, sebagai lambang negara harus ditingkatkan," tegasnya.
(van/lrn)











































