Tim INAFIS tiba di RS Polri Dr Sukamto, Jalan Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (8/8/2009) pukul 11.20 WIB.
Mereka tampak membawa 5 kotak hitam peralatan identifikasi dan masuk ke kamar jenazah. Tim masuk ke dalam untuk membantu tim Disaster Victim Investigation (DVI) dan tim forensik yang sudah berada di lokasi sejak pukul 07.00 WIB.
Saat ditanya apakah mereka sebelumnya ke Jatiasih, mereka membenarkan. "Iya. Saya belum dapat berkomentar," kata salah seorang anggota Tim INAFIS.
Air dan Eko tewas dalam penggerebekan di rumah itu sekitar pukul 00.00 WIB. Air merupakan buron bom Kedubes Australia (2003) sementara Eko adalah pembuat bom. Dua jenazah itu masih diidentifikasi.
(aan/nrl)











































