Aksi warga ini sempat mengakibatkan arus lalu-lintas di Jl. Alfalah Ujung menjadi macet. Kendaraan terpaksa berhenti karena di tengah genangan air yang membentuk kolam di tengah badan jalan, warga menangkap ikan lele yang telah dilepas sebelumnya.
Selain menanam bibit kangkung dan menabur ikan lele, warga juga membawa poster yang berisi kecaman kepada pemerintah karena tidak kunjung memperbaiki badan jalan yang kerap banjir dan menggenang jika hujan turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya warga setempat, supir angkutan kota (angkot) Jefri Ginting juga mengeluhkan tidak adanya perhatian pemerintah terhadap kondisi Jl. Alfalah Ujung.
"Daerah ini langganan macet, karena kendaraan tidak bisa melintas dua arah. Terpaksa menunggu. Kalau tidak, bisa masuk lubang," kata Ginting.
Aksi protes warga ini sempat diwarnai keributan dengan Camat Medan Johor, T. Pulungan yang datang ke lokasi meminta aksi warga dihentikan karena mengganggu arus kendaraan.
"Perbaikan jalan ini sudah diajukan ke Dinas PU Kota Medan. Rencananya dalam bulan ini akan terealisasi. Sekarang masih dalam proses tender," ujar camat.
Pernyataan Camat Medan Johor tidak serta-merta membuat warga menghentikan aksinya. Warga tidak percaya dengan pihak kecamatan. Namun keributan ini akhirnya mereda setelah warga usai menangkap
lele dari genangan air.
(rul/djo)











































