Keluarga Pilot Qadrianova Berharap Pesawat Cepat Ditemukan

Merpati Hilang di Papua

Keluarga Pilot Qadrianova Berharap Pesawat Cepat Ditemukan

- detikNews
Senin, 03 Agu 2009 23:52 WIB
 Keluarga Pilot Qadrianova Berharap Pesawat Cepat Ditemukan
Tangerang - Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Kapten Qadrianova (38), pilot Pesawat Merpati yang hilang di Timika, Jaya Pura, Minggu 2 Agustus lalu. Pasalnya, meskipun nasib pilot tersebut hingga kemarin belum diketahui, namun kerabat korban terus berdatangan untuk mengungkapkan bela sungkawa.

Akibatnya, Ny Emin (30) istri korban yang tinggal di Perumahan Citra Raya, Jalan Irama Utama Blok 1 No 22, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang tidak tahan menyimpan duka.

Ibu dua orang  anak itu, Kaila (1,5) dan M Vabian (8) terus menangis dan mengurung diri di dalam kamar, Walaupun sejumlah kerabat dan tetanga yang datang ke rumahnya, yang bertipe 45, melakukan doa bersama agar pencarian pesawat Merpati jenis Twin Otter yang dipiloti korban cepat ditemukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Doa bersama ini adalah inisiatif mereka yang merasa berduka atas kejadian itu," kata Dedi Sumardi (35), adik korban, kepada detikcom, Senin (3/8/2009).

Lebih jauh Dedy menjelaskan, dirinya beserta keluarga tidak pernah menduga musibah tersebut akan menimpa  Qadrianova. Pasalnya, satu hari sebelum peristiwa naas menimpa, korban sempat menelepon dirinya untuk menanyakan keadaan kedua orang anaknya.

"Waktu itu ia biasa-biasa saja dan hanya menanyakan keadaan Kaila dan Vabian," kata Dedi yang mengaku sore ini beserta istri dan beberapa orang  keluarga korban lainnya akan terbang ke Timika, Jaya Pura untuk mengatahui lebih dekat bagaimana keadaan korban.

Senada pula dengan Tsaniyatul Chairiyah (58), ibu kandung korban yang tidak mampu menyimpan rasa duka di wajahnya. Ia mengatakan tidak pernah mengira kejadian tersebut akan menimpa anaknya, karena selama ini tidak firasat apa-apa.

"Sekarang ini kami hanya bisa berharap kepada pihak terkait agar keberadaan anak saya ditemukan, baik dalam kondisi hidup maupun  meninggal," kata Ny Tsaniyatul Chairiyah yang tidak henti-hentinya meneteskan air mata. (lrn/fiq)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads