"Kalau di Indonesia tidak lazim, kalau di Timur Tengah lazim. Kalau di Indoensia, tidak pernah menyebutkan identitasnya. Ini pertama kali pengakuan," kata pengamat intelijen Suripto saat dihubungi melalui telepon, Rabu (29/7/2009).
Tapi untuk membuktikan apakah pengakuan ini asli atau tidak, pihak kepolisian mesti melakukan penelaahan. "Itu yang susah mengatakan itu asli atau tidak. Itu bagian dari penyelidik, mengevaluasi apa benar pengakuan ini," terang Wakil Ketua Komisi III ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa hanya ada kelompok ini saja. Untuk itu harus dilakukan kontra intelijen dan kontra terorisme untuk mengetahui tentang pengelompokan kelompok ini di Indonesia," tutupnya.
(ndr/nrl)










































