"Status flu babi di Jakarta masih bisa dikendalikan," ujar Kepala Dinkes DKI Jakarta Dien Emawati, di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (27/7/2009).
Dinkes DKI Jakarta memfasilitasi sekitar 130 rumah sakit yang tersebar di lima wilayah di Jakarta untuk menerima pasien suspect flu babi. Upaya yang telah dilakukan diantaranya menyebarkan 75 ribu tablet tamiflu di puskesmas dan rumah sakit.
"Masyarakat juga mengantisipasi sedini mungkin gejala yang menyertai, seperti pilek, demam, dan batuk. Misalnya, dengan menggunakan masker serta menjaga pola makan dan tidur yang teratur," katanya.
Dien mengingatkan jika dalam kasus tertentu, virus yang sebetulnya tidak berbahaya ini menyebakan kematian jika orang yang terpapar dalam kondisi beresiko. Kondisi yang beresiko terpapar flu babi seperti penderita kanker, pengidap kegemukan, dan wanita hamil.
"Merekalah yang akan menjadi prioritas penanganan dan pencegahan flu babi," kata Dien.
(mpr/ken)











































