"Tingkat hunian hotel hingga Juni 2009 sebesar 70 persen. Sejak ledakan ada turun hingga titik 54 persen," ujar Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Yanti Sukamdani.
Hal itu disampaikan Yanti dalam jumpa pers di Jakarta Media Crisis Center (JMCC) Bellagio Mall, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2009).
Namun, hingga saat ini pihaknya belum menerima data adanya wistawan yang check out dari hotel dengan jumlah yang signifikan. "Sejauh ini beberapa pembatalan diterima dari travel agent dari Australia,
Jepang, Belanda dan Malaysia," katanya.
Lebih lanjut, Yanti mengimbau kepada anggotanya untuk meningkatkan kemanan di lingkungan masing-masing dan berkordinasi dengan aparat kemanan. "PHRI akan berkoordinasi dengan Polri untuk melaksanakan program peningkatan keamanan di hotel dan restauran serta mengevaluasi fasilitas pengamanan seperti CCTV,alat detektor dan SDM," katanya.
Selain itu, Agustus hingga Desember nanti, PHRI akan mencanangkan program rehabilitasi (perbaikan) untuk seluruh hotel di Indonesia secara nasional. Diharapkan, Januari 2010, kondisi akan kembali normal.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Arsita Ben Sukma mengatakan, rata-rata turis akan melakukan menunda selama 4-8 minggu. "Untuk wait and see dan untuk menentukan jadi batal atau tidak," katanya.
(fiq/ken)











































