"Kita akan menangani seluruh urusan rumah sakit seluruh korban bom. Kita akan teruskan ke Depkes yang akan menanggung semuanya," ujar Humas Yayasan Lima Delapan Vivi Normasari.
Hal itu disampaikan Vivi di RS Jakarta, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (17/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Program kita kesehatan pascakejadian, pendidikan anak yatim bagi korban yang ditinggalkan serta bantuan modal untuk yang tubuhnya tidak lagi berfungsi normal," kata korban Bom Marriott tahun 2003 ini.
Untuk pemulihan trauma psikologis, pria yang bekerja di bidang perminyakan mengatakan kendati tidak ada program dan ahli khusus sebisa mungkin akan membantu pemulihan psikologis korban.
"Ya nggak ada yang khusus begitu, tapi nanti kita akan sharing apa yang kita bisa sharing," ujar pria yang bekas luka bakarnya masih terlihat di tangan kirinya.
Menurut dia, organisasi yang didirikan para korban bom Marriott pada 5 Agustus 2003, sudah mempunyai 300 anggota. Dana untuk menyantuni para korban seperti beasiswa dan modal kerja didapat dari sumbangan para anggota dan dari masyarakat.
(nwk/irw)










































