"Dari berbagai pengalaman 80 persen tindakan kriminal terjadi dari orang dalam. Baik dari petugas yang di BKO-kan atau dari perusahaanya sendiri," kata Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Angkutan Uang dan Barang Berharga Indonesia, Alex di Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (16/7/2009).
Alex menjelaskan, di perusahaanya, PT Armored Transfer Indonesia, petugas pengantar uang diharuskan menitipkan telepon gengam selama pengiriman uang. "Biasanya dari HP ini informasi pengiriman uang bocor," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(nal/iy)











































