"Saya kira kalau melihat dari perusahaan ini tidak ajeg, terlena karena melihat frekuensi target perampokan pada mobil-mobil pengangkut uang ini jarang terjadi. Sekarang harus hati-hati, kejadian ini bisa datang tidak terduga, dan kemudian justru bisa membuat Anda bangkrut," kata Kriminolog UI Adrianus Meliala saat dihubungi melalui telepon, Selasa (14/7/2009).
Dia menjelaskan, kehati-hatian dan kerahasiaan semestinya diutamakan. "Kondisi seperti ini bisa menjadi media belajar bagi perusahaan yang lain, semestinya uang ini ditanggung perusahaan itu, kalau asuransi justru jadi tidak ada efek belajar dari perusahaan ini," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, biasanya pelaku mengandalkan daya dobrak yang besar seperti menggunakan senjata api, orang yang banyak, kendaaraan yang siap sedia untuk melarikan diri, dan juga pelaku bisa siapa saja, jangan percaya dengan orang yang terpercaya dan jangan terlalu antipati dengan orang yang tidak dipercaya.
"Untuk itu dari pengamanan, kalau ingin melengkapi diri, harus dengan daya tahan yang lebih kuat dari jasa dobrak, melengkapi kepolisian dengan persenjataan lengkap, memakai baju antipeluru. Jangan bermain-main dengan daya dobrak," tutupnya.
(ndr/iy)










































