Korban yang bekerja sebagai technical engineering maskapai penerbangan Lion Air meninggal sekitar pukul 09.00 Wita di RSUP Sanglah, Selasa (14/72009).
Juru bicara RS Sanglah, dr I Gusti Ngurah Agung Putra Wibawa membenarkan korban telah meninggal dunia akibat flu babi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diduga, korban terjangkit flu babi di Singapura. Ia tiba di Bali dari Singapura, yang merupakan daerah endemi pada 10 Juli 2009 lalu. Wibawa mengatakan sampel darah dan swap tenggorokan korban telah dikirim ke Litbangkes, Jakarta.
Namun, pihak keluarga membantah jika korban meninggal akibat flu babi. Anak korban, Kimi, mengatakan bahwa ayahnya memiliki penyakit paru-paru. "Saya kaget bapak divonis meninggal karena flu babi," ujarnya.
Istri korban, Elly Renata, menilai tim dokter tidak profesional menangani pasien. Ia menuturkan, sepulang dari Singapura, suaminya sempat dirawat ke RS Swasta sebelum dirujuk ke RSUP Sanglah. Ia kecewa karena tidak mendapatkan informasi tentang penyakit suaminya. Bahkan, pihak keluarga tidak diijinkan menemai korban di saat terakhir.
"Tiba-tiba suami saya sudah meninggal," ujar Elly sedih.
(gds/irw)











































