Hingga pukul 23.30 WIB, Senin (13/7/2009), polisi masih terus mengejar sang perampok. Kawanan perampok yang menggondol uang Rp 15 miliar itu masih menyandera mobil PT Sisco yang mengangkut uang, berikut sopirnya.
Cerita tentang perampokan ini masih simpang siur. Aparat kepolisian masih belum memberikan keterangan resmi mengenai kasus ini kepada wartawan.
Nama saksi yang melaporkan kasus ini ke polisi juga masih simpang siur. Sebelumnya muncul kabar bahwa yang melapor ke Polsek Tambora adalah seorang satpam yang dibuang oleh perampok di tengah jalan.
Namun, informasi yang didapatkan detikcom di Mapolsek Tanjung Duren, pelapor adalah seorang polisi bernama Bripda Edi Purnawan. Saat ini, Bripda Edi yang mengawal mobil pembawa uang Rp 15 miliar itu masih diperiksa intensif di ruang Kanit Reskrim Mapolsek Tanjung Duren, Jakarta Barat.
Bripda Edi dibuang oleh perampok yang diduga bersenjata api di tengah jalan. Lantas, Bripda Edi melaporkan kasus yang dialaminya ke Polsek Tambora. Karena perampokan terjadi di daerah Tanjung Duren, maka kasus ini ditangani oleh Polsek Tanjung Duren.
"Pengawal masih di dalam, diperiksa. Sedangkan pimpinan sedang menuju ke TKP," ujar salah seorang petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya di Mapolsek Tanjung Duren. Bripda Edi diperiksa sejak pukul 21.30 WIB.
Uang Rp 15 miliar ini merupakan milik BNI. Uang sebanyak itu diangkut oleh mobil PT Sisco dari kantor BNI Bandara Soekarno-Hatta dan akan disetor ke kantor BNI pusat.
(anw/asy)











































