Richard nekat kabur dari ruang Nusa Indah, pukul 19.00 wita, Rabu (8/7/2009). Pasien suspect flu babi ini melarikan diri dari ruang isolasi dengan melompati pagar setinggi dua meter dari belakang halaman ruangan ini.
Pasien diketahui kabur setelah salah satu perawat terperanjat ketika melihat Richard yang baru beberapa jam sebelumnya masuk RSUP Sanglah, tidak ada di dalam ruang perawatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Satpam RSUD Sanglah Fery Dwianto mengerahkan lima satpam yang bertugas mengejar sang pasien dengan menyusuri seluruh areal rumah sakit yang sangat luas. Setelah hasilnya nihil, petugas melakukan pencarian ke luar rumah sakit.
"Kita tidak mau mengambil risiko sedikitpun. Kami menduga ia belum jauh dari sini," kata Fery.
Dengan sigap, akhirnya petugas menemukan pasien yang tengah kebingungan di depan sebuah SPBU di Jl Sesetan, yang berjarak sekitar 800 meter dari RSUP Sanglah. Namun, pasien menolak ajakan petugas kembali ke rumah sakit. Tak kalah akal, petugas memborgol pasien kemudian menggiringnya kembali ke rumah sakit.
"Ia kabur karena takut karena tidak menyangka dinyatakan terkena flu babi," ujar Fery.
Kepanikan tak juga selesai, karena pihak rumah sakit khawatir dengan satpam yang melakukan kontak dengan pasien akan terjangkit flu babi. Kelima satpamย diobservasi kesehatannya dan wajib mengonsumsi oseltamivir.
Dalam pelariannya selama 50 menit itu, Richard mengaku tidak berkomunikasi dengan warga orang lain yang berberpapasan dengannya. Richard merupakan satu-satunya pasien terduga flu babi yang masih menjalani perawatan di RSUP Sanglah. Ia mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali, kemarin
sore.
(gds/djo)











































