Selebaran Boikot Pemilu Beredar di Ambon

Selebaran Boikot Pemilu Beredar di Ambon

- detikNews
Rabu, 31 Mar 2004 16:21 WIB
Ambon - Selebaran yang berisi mengajak masyarakat untuk tidak mengikuti pemilu 5 April mendatang, beredar di tengah masyarakat Ambon. Pelakunya telah diidentifikasi satu orang, namun pihak kepolisian menduga aksi provokasi itu dilakukan sekelompok orang yang terorganisir.Selebaran gelap tersebut mulanya ditemukan warga di Desa Waitatiri, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Panwaslu Provinsi Maluku yang kemudian meminta kepada kepolisian untuk mengusutnya. Kepala Bidang Humas Polda Maluku Komisaris Pol. Endro Prasetyo mengatakan, pihaknya kini sementara mengejar pelaku yang dicurigai masih berada di Ambon. Menurut Endro, beberapa saksi telah dimintai keterangan guna melacak keberadaan penyebar selebaran itu. Selebaran gelap itu baru diketahui beredar Senin (29/3/2003) kemarin. "Kita masih menyelidiki. Dan sementara baru satu orang, yakni Pdt. Afner Sahertian yang kita curigai. Orangnya kami yakin masih berada di Ambon," kata Endro kepada detikcom, Rabu (31/03/04) di Mapolda Maluku Kawasan Batu Meja Ambon. Endro menduga aksi provokasi warga untuk memboikot pemilu itu dilakukan oleh kelompok yang terorganisir. "Kegiatan ini terorganisir. Kemungkinan banyak orang yang berada di belakang pelaku yang sementara kita incar," katanya.Secara terpisah, Dandim 1504 Pulau Ambon dan PP. Lease Letkol. Inf. Yudi Zanibar kepada detikcom via telepon mengatakan, pihaknya telah menurunkan satuan intelijen untuk malacak keberadaan kelompok itu. Di akuinya, selebaran tersebut memprovokasi masyarakat untuk tidak mengikuti Pemilu tanggal 5 April mendatang. Sementara Wakil Ketua Panwaslu Provinsi Maluku M. Taher Kerepesina yang saat dikonfirmasi di Warung Kopi Reno Jl. Sultan Babullah Ambon mengatakan, pihaknya menerima laporan tentang selebaran tersebut dari dua orang pelapor. Panwaslu kemudian mengambil langkah untuk berkoordinasi dengan aparat Kepolisian."Substansi selebaran itu jika diteliti secara saksama berisi ajakan untuk memboikot pemilu. Tujuannya semata-mata untuk menggagalkan pemilu di Maluku dan itu dilakukan secara sistematis," tukasnya. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads